Berita

Kolaborasi Lintas Generasi: Petani Milenial, Gapoktan, dan KWT Madiun Bersinergi Bangun Sistem Pertanian Berkelanjutan

Membangun sistem tanam berkelanjutan dan meningkatkan kapasitas organisasi petani agar lebih tangguh, profesional, dan berorientasi pasar.

Admin
Penulis
5 menit baca
Bagikan:
Kolaborasi Lintas Generasi: Petani Milenial, Gapoktan, dan KWT Madiun Bersinergi Bangun Sistem Pertanian Berkelanjutan

Pemandangan berbeda terlihat dalam ruang pelatihan yang digelar di Madiun pada Senin (27/04/2026). Tidak hanya diisi oleh para petani senior dari  Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), acara ini juga diramaikan oleh semangat dinamis dari Petani Milenial dan peran aktif Kelompok Wanita Tani (KWT).

Pertemuan besar ini bertujuan untuk menyamakan visi dalam membangun sistem pertanian yang berkelanjutan (sustainable farming system) di Kabupaten Madiun.

Sinergi Tiga Pilar Pertanian

Pelatihan yang didukung oleh program RiceSilience ini menggarisbawahi bahwa masa depan pangan tidak bisa hanya ditopang oleh satu kelompok saja.

 Petani Milenial membawa inovasi dan adaptasi teknologi.

 Gapoktan memperkuat manajemen organisasi dan skala ekonomi.

 KWT (Kelompok Wanita Tani) menjadi garda terdepan dalam ketahanan pangan keluarga dan diversifikasi produk.

"Kehadiran anak muda (milenial) dan peran ibu-ibu tani (KWT) di sini sangat krusial. Kita tidak hanya bicara tentang cara menanam, tapi bagaimana membangun sistem yang mampu bertahan untuk generasi-generasi mendatang," ungkap salah satu narasumber dalam sesi diskusi.

Fokus: Sistem Tanam Berkelanjutan dan Rendah Karbon

Tujuan utama dari kegiatan selama dua hari (27-28 April 2026) ini adalah membekali para peserta dengan standar Sustainable Rice Platform (SRP). Melalui sistem ini, peserta didorong untuk:

 1. Efisiensi Sumber Daya: Mengoptimalkan penggunaan air dan pupuk agar tanah tetap subur dalam jangka panjang.

 2. Produksi Padi Sehat: Menghasilkan beras rendah karbon yang lebih sehat bagi konsumen dan lebih ramah bagi iklim global.

 3. Kemandirian Organisasi: Memperkuat kemampuan negosiasi dan analisis pasar agar petani memiliki posisi tawar yang kuat terhadap rantai pasok.

Memperkuat "Soft Skills" Organisasi

Selain sisi teknis budidaya, pelatihan ini secara intensif memberikan materi terkait komunikasi, negosiasi, dan advokasi. Hal ini bertujuan agar kolaborasi antara Petani Milenial, Gapoktan, dan KWT dapat menghasilkan organisasi yang tangguh dan mampu melakukan analisis kebijakan pasar secara mandiri.

Dengan semangat kebersamaan ini, Kabupaten Madiun optimis dapat menjadikan "Padi Sehat Rendah Karbon" sebagai produk unggulan daerah yang lahir dari tangan-tangan kreatif dan berkelanjutan.

WilisiaNews #PetaniMilenial #KWT #GapoktanMadiun #PertanianBerkelanjutan #RiceSilience #MadiunRendahKarbon

Admin
Diterbitkan
Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait

Artikel lainnya yang mungkin menarik untuk Anda

Butuh Bantuan dengan Project Anda?

Tim ahli kami siap membantu mewujudkan ide dan project impian Anda

Menerjemahkan halaman...